Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Sunday, 20 June 2021

Selamat Hari Bapa, Abah!

Teks: As Samsudin
Foto: Koleksi Peribadi

Assalamualaikum dan Salam Sejahtera.


Abah,
Walau abah tidak banyak bicara,
pengorbananmu besar ertinya.
Walau abah jauh di mata,
namun kasihmu tetap terasa.

Selamat Hari Bapa, Abah!

Aiman & As
Kulim Kedah

Abah mertuaku :)

#happyfathersday2021
#abahmertua

Jumpa lagi.

Selamat Hari Bapa, Ayah!

Teks: As Samsudin
Foto: Koleksi Peribadi

Assalamualaikum dan Salam Sejahtera.


Ayah,
Kau tak pernah lelah,
berpanas, berhujan, semua kau redah.
Tika aku jatuh, kau hulurkan tangan,
tika aku berduka, kau pinjamkan senyuman.

Selamat Hari Bapa, Ayah...
Kaulah Lelaki Anugerah Terindah!

As Samsudin
20 Jun 2021

Selfi bersama ayah :)

#happyfathersday2021
#selfiebersamabapa
#kisahdinterangkat
#ppakterimakasihbapa
#perbadananperpustakaanawamkedah
#kedahlibrary
#runandreadstudio

Jumpa lagi.

Monday, 18 January 2021

Good Bye 2020, Welcome Rejoice 2021

Teks: As Samsudin
Foto: Carian Google

Assalamualaikum dan Selamat Sejahtera.


Alhamdulillah,
syukur atas segala rahmat-Mu. ❤

2020 sudah sampai ke penghujungnya
Lembaran demi lembaran terisi jua
Bersama indahnya senyum dan juga tawa
Bersama peritnya luka dan air mata.

Dunia ini sememangnya banyak kejamnya
Namun pandanglah warnanya
Pilihlah antara kaca dan permata
Antara syurga dan neraka.

Waktu terus berjalan
Dunia belum lelah
Hidup belum tewas
Tak perlu menoleh ke belakang
Belajarlah berlari terus ke hadapan.

Selamat tinggal 2020
Aku sudah banyak belajar darimu
Selamat datang 2021
Semoga semakin banyak lagi dapat aku belajar dari hari-harimu.

Jumpa lagi.



Friday, 5 August 2016

Di Saat Waktu Terhenti - As Samsudin

Teks: Masitah Samsudin
Foto: Carian Google




Di saat waktu terhenti

Aku mula terfikir

Untuk apa

Jika hadirmu hanya untuk pergi!

As Samsudin
5 Ogos 2016
*bersambung.


Tuesday, 26 July 2016

Seminggu Kau Mencintaiku - As Samsudin

Teks: Masitah Samsudin
Foto: Carian Google

Assalamualaikum dan Salam Sejahtera.




Seminggu Kau Mencintaiku - As Samsudin

Rintihan Hati Buatmu...

7 hari nan indah
Bahagia bersama
Bergelak ketawa
Hati bertaut erat
Mata bertaut mesra.

7 hari cuma...
Selebihnya
Hanya deraian air mata
Rajuk
Derita
Datang dan pergi silih berganti.

Detik ini
Hatiku merintih lagi
Entah kenapa
Aku menjadi penunggu yang setia
Sambil menahan rajuk di dada
Sambil menyapu derai di jiwa.

Masa terus beredar
Sedetik demi sedetik
Sejam... dua jam... tiga jam berlalu
Namun tidak ada walau tiga minit untukku
Hatiku benar-benar terluka
Perasaanku benar-benar terdera.

Sabar?
Sabar untuk apa?
Sabarku untuk siapa?

Aku benar-benar hilang arah
Aku tidak mampu berdiri lagi
Aku tidak bisa bernafas sendiri.

Untuk kesekian kalinya,
Hatiku menangis lagi...

As Samsudin
26 Julai 2016
Jam1537




Thursday, 14 July 2016

Cukup Sampai Di Sini - As Samsudin

Teks: Masitah Samsudin
Foto: Carian Google

Assalamualaikum dan Salam Sejahtera.



Cukup Sampai Di Sini - As Samsudin

Cukuplah
Biar sampai di sini saja
Usah kita terus hanyut dengan rasa
Kelak deritanya mencengkam sukma.

Pergilah
Kulepaskan dikau bersama dia
Dia yang berhak dari awalnya
Kecapilah nikmat bahagia berdua selamanya.

Usah kau peduli
Ke mana aku pergi membawa diri
Usah dicari lagi
Sakit pedih biar kutanggung sendiri.

Hari ini
Saat ini
Tika ini
Aku berjanji
Tiada lagi mimpi
Tiada lagi ilusi
Yang menanti kini 
Hanyalah sebuah realiti!

As Samsudin
July 14th 2016
Jam 1500

Wednesday, 13 July 2016

Izinkan Aku Mengutuskan Kata - As Samsudin

Teks: Masitah Samsudin
Foto: Carian Google

Assalamualaikum dan Salam Sejahtera.


Image result for aku yang bakal terluka

Izinkan Aku Mengutuskan Kata - As Samsudin

Biar siapa pun aku
Biar siapa pun dia
Aku sudah terlanjur menyinta
Aku sudah terlanjur merindu.

Andai dapat kuputarkan waktu
Aku tak mahu menyemai kasih
Aku tak mahu menyemai sayang
Kerna aku tahu
Ada hati yang pasti terluka.

Izinkan aku berjalan sendiri
Mengikut isyarat hati
Kan kucuba melupakanmu
Namun kau tahu
Ku tak mampu.

Lantas
Apa yang harus aku lakukan lagi
Kiri kanan penuh onak berduri
Ditinggal sayang dibelai resah menanti
Melangkah salah berundur jauh sekali

Aku tersepit
Antara sayang dan realiti yang menanti
Atau aku harus kuatkan hati
Semua ini hanya ilusi mainan hati
Sampai masa semuanya akan berlalu pergi.

Tika itu
Tinggallah aku sendiri
Bersama hati yang terluka
Pedih
Perit
Sakit.
Derita.

As Samsudin
July 13th 2016
Jam 0925

Sunday, 29 November 2015

Andai Ada Ruang Di Hati - As Samsudin

Teks: Masitah Samsudin
Foto: Koleksi Peribadi

P/S: Gambar sekadar hiasan

Andai Ada Ruang Di Hati 

Semusim berlalu…

Aku masih tidak mampu mendamaikan resah di hati
Aku masih tidak bisa menghapus jejak nurani
Kerana di dalam setiap detik nafas ini
Hanya namamu yang terpatri.

Andai bisa kau mengerti
Di setiap desiran angin pagi
Ada rindu yang bertandang di hati
Ada sendu yang mengusik di sanubari
Ada wajah yang terlakar di emosi.

Kau bagaikan lukisan
Yang mewarnai mata hati
Kau bagaikan bayang-bayang
Yang mengekori segenap langkah ini.

Takkan kuturut kata hati
Takkan kuragut bahagia menanti
Aku hanya memberi ruang di hati
Buatmu, buatku andai ada suratan ilahi.

Biar semusim berlalu...
Tetap kutunggu...

As Samsudin
29 November 2015
Jam2310

Monday, 16 February 2015

Sejak Mengenalimu

Teks: Masitah Samsudin
Foto: Carian Google


Sejak Mengenalimu ~ As Samsudin

Sejak mengenalimu
aku mula menghargai waktu saat rindukanmu
aku mula merasai damai saat dipelukmu
aku mula menjadi api saat cemburukanmu.

Sejak mengenalimu
aku jadi takut pada malam
takut bila tibanya pagi aku tidak dapat melihatmu
takut bila hadirnya mentari bayangmu tidak kutemu.

Sejak mengenalimu
aku bagaikan pungguk rindukan bulan
ternanti-nanti hadirmu, tercari-cari senyummu, termimpi-mimpi wajahmu
aduh, siksanya hatiku!

Aku jadi alpa
sungguh rasa cinta ini meresahkanku
rasa cinta ini mengkhayalkanku
rasa cinta ini membuatkan jantungku berdetak laju.

Tidak aku mahu
walau sesaat memejam mataku kala kita bertemu
walau sesaat mengalihkan pandanganku dari melihatmu
walau sesaat membiarkan sepi menghuni kala kau dan aku.

Tidak aku kesal
menaruh harap segunung kasih
menaruh harap selautan sayang
biar satu dunia tahu, aku hanya milikmu!
As Samsudin
14 Februari 2015
Jam 0600


Tuesday, 25 November 2014

Oh Deritaku

Teks: Masitah Samsudin
Foto: Carian Google


Oh Deritaku

Di saat aku berduka
Kau hanya merenung hiba
Tiada senyum tiada tawa
Hanya segaris lirikan tiada jiwa.

Di saat aku berdiam
Kau semakin menjauh pergi
Sang camar hanya berlagu sepi
Tiada gurindam menerangi mimpi.

Di saat aku berlalu
Kau terus berpaling
Menyusur denai rimbun
Menghayun diam dan bisu.

Aku terus jatuh
Tiada daya menongkat paruh
Hanya titis membasahi pipi
Menggunung rasa sebu di hati.

Mataku terpaku di awan
Cahaya sirna menari-nari
Kupejam rapat resah duniawi
Mengusir derai angin derita di hati.

Aku harus berdiri
Biar bertongkat biar tiada kaki
Titis jernih kusapu pergi
Hayunan langkahku mewarnai pasti.

Aku semakin bertekad
Biar tiada siapa di sisi
Biar tiada siapa menemani
Yakini pada hati, kebahagiaan tetap menanti.

As Samsudin
25 November 2014
Jam 1645


Monday, 24 November 2014

Please Forgive Me!

Teks: Masitah Samsudin
Foto: Carian Google

Assalamualaikum dan Salam Sejahtera.

Jari-jemariku menari lagi...walau dalam kesakitan...walau dalam keperitan...!


Please Forgive Me!

You,
Sorry for everything,
There is a reason to do things I do,
There is a reason I am who I am.

You,
I don't have any intention,
To ignore you,
To angry with you,
Not even to make you cry.

You,
Please forgive me,
I know you offended with my word,
With my action,
With my silence.

You,
Sometimes...
Life is hard,
Life is cruel,
Life can make you lose your mind.

But...
Believe me...
It's hard but not impossible.

You,
For what has happened,
Please forgive me!!

As Samsudin
24 November 2014
Jam1230




Thursday, 6 November 2014

Hello November, Please be Good To Me!

Teks: Masitah Samsudin
Foto: Carian Google

Assalamualaikum dan Salam Sejahtera.


Hello November,
Please, be good to me!!

Please... please... please....

Entah kenapa...
November yang kelam... November yang suram...
November yang kelabu...

Hari pertama... hari kedua... hari ketiga...
Kini tiba hari keenam... 
Sampai bila harus menghitung waktu...

Bumi terus menangis...
Seakan-akan tak mahu berhenti...
Sayu... sendu... tangis pilu...

Mungkinkah... aku perlu menari di dalam hujan...?
Mencari damai di hati...
Mengusir pilu menjauh pergi...

Aku terus menunggu....
Mengharap sinar mentari...
Bersama doa di sanubari...

Hujan akhirnya berhenti....
Setelah penat membasahi bumi....
Namun sayu pilu masih tidak berganjak pergi.

Aku tertanya-tanya...
Ke mana hilangnya pelangi...? 
Merajuk membawa diri...?

Muncullah...
Aku mengharap...
November ini...
Be good to me!!

Aku yang mengharap sinar November ini ♥
As Samsudin
6 November 2014
Jam 1600

Thursday, 14 August 2014

Just Go!

Teks: Masitah Samsudin
Foto: Carian Google


Assalamualaikum dan Salam Sejahtera.
Ini adalah hasil nukilan saya yang paling pantas. Hanya disiapkan dalam masa lima minit. Sebabnya, saya sedang stress!!

JUST GO!

Aku ingin berlari...
Lari sejauh-jauhnya
Lari dari kamu 
Lari dari dia
Lari dari semuanya.

Aku ingin kau pergi...
Pergi sejauh-jauhnya
Pergi dari aku
Pergi dari dia
Pergi dari semuanya.

Semakin aku berlari...
Semakin kau jauh
Semakin aku jauh
Tak kan mungkin kita bersama.

Bila kita tak bersama...
Aku yakin kau bahagia
Aku turut bahagia
Kebahagiaan milik kita.

As Samsudin
14 Ogos 2014
Jam1010

Friday, 27 June 2014

Kan Kuada Untukmu Selalu... IBU

Teks: Masitah Samsudin
Foto: Carian Google


Assalamualaikum dan Salam Sejahtera.

Puisi ini adalah hasil nukilan saya dan ia bakal dimuatkan dalam cerpen Kasih Yang Kudamba. Cerpen ini adalah tugasan penulisan yang diberikan oleh Mentor saya Puan Mazlia Murat.

Selamat menghayatinya.

Ibu...
Biar seribu kepayahan mendatang
Biar sejuta ujian silih bertandang
Tiada apa yang mampu menghalang
Kau tetap menghayun langkahmu seorang

Ibu...
Dalam senyummu kau sembunyikan lelahmu
Dalam keceriaanmu kau sorokkan dukamu
Dalam tidurmu kau mimpikan azammu
Dalam langkahmu kau temukan harapan baru

Ibu...
Bukan intan permata yang kau harapkan
Bukan wang berjuta yang kau idamkan
Bukan juga mengharap namamu dijulang
Tapi kejayaan yang bakal anakmu genggam

Ibu...
Kaulah ratu syurga hatiku
Penawar segala kesedihan di kalbu
Kan kusayang dirimu selalu
Hingga ke akhir detik nafasku

Ibu...
Di hari yang penuh bermakna ini
Kupanjatkan doa setulus hati
Dengan limpahan kasih sejati
Semoga Dia sentiasa merahmati

Selamat Hari Lahir Ibu...
Kan ku ada untukmu selalu...
As Samsudin
27 Jun 2014
Jam1245

Wednesday, 28 May 2014

Puisi Rindu Buat Kekasih

Teks: Masitah Samsudin
Foto: Carian Google


Puisi Rindu Buat Kekasih

Sayang
Bila kau tiada
Aku rasa kehilangan
Rasa kesepian
Terasa kekosongan

Sayang
Bayangmu di mana-mana
Wajahmu melayari minda
Sedih hatiku bila kau tiada

Sayang
Aku mulai rindu
Rindu mendengar suaramu
Rindu menatap wajahmu
Rindukan senyumanmu yang mahal itu

Sayang
Pulanglah
Aku menanti kehadiranmu
Kita melangkah bersama
Mata bertaut mesra
Penuh bahagia.

Sayang...
Sungguh...
Aku rindu padamu...!

As Samsudin
28 Mei 2014
Jam1630


Tuesday, 13 May 2014

Selamat Hari Ibu 11 Mei 2014

Teks: Masitah Samsudin
Foto: Koleksi Peribadi dan Carian Google


Assalamualaikum dan Salam Sejahtera.

Rasanya belum terlewat untuk saya mengucapkan Selamat Hari Ibu buat semua ibu-ibu mithali walau di mana sahaja anda berada. Pastinya tarikh keramat 11 Mei 2014 disambut dengan penuh kegembiraan dan kasih sayang yang tiada nilainya. Rata-rata saya melihat rakan-rakan berkongsi suasana kegembiraan bersama ibu tersayang di pelbagai media sosial terutamanya di facebook dan instagram. Alhamdulillah, semoga kegembiraan ini berpanjangan.

Bagi mereka yang masih mempunyai ibu, hargailah ibu anda setiap masa. Gembirakan hatinya sebagaimana mereka mengembirakan hati kita. Jangan disakiti hatinya kerana setitik air mata ibu menitis kerana terluka dengan perbuatan kita, sepuluh keberkatan akan hilang. Ibu tidak pernah meminta wang berjuta, jauh sekali intan permata, yang diharapkan hanyalah doa dari anak yang soleh. Ingatlah, syurga seorang anak terletak di bawah tapak kaki ibunya. Redha Allah s.w.t tertakluk kepada redha seorang ibu. Wallahualam.

Dan seandainya ibu kita telah tiada, perbanyakkanlah doa untuknya. Sedekahkanlah Al-Fatihah untuknya setiap pagi dan malam atau setiap kali selepas menunaikan solat fardhu. InsyaAllah, ibu akan tenang dan damai di sana.

Puisi Buat Ibu.

Ibu
Kasih sayangmu tidak ternilai
Menjaga, mendidik dan membelai
Setiap saat setiap masa engkau di sisi
Menemaniku dalam apa jua situasi.

Ibu
Engkaulah satu-satunya
Permata yang amat berharga
Doamu sentiasa kupinta
Demi perjalanan menuju ke syurga.

Ibu
Terima kasih kuucapkan
Atas segala pengorbanan
Jasa dan baktimu akan kukenang
Selagi hayat dikandung badan.

Ibu
Engkaulah ratu hatiku
Bila kuberduka
Engkau hiburkan selalu
Ibu, ibu... engkaulah ratu hatiku.

Terima kasih ibu.

Selamat Hari Ibu ^___^

Friday, 11 April 2014

Selamat Hari Lahir Beb....

Teks: Masitah Samsudin
Foto: Carian Google


Dalam kedinginan pagi
Alarm ku tetiba berbunyi
Diiringi alunan muzik lembut
Membisikkan hari yang indah

Masanya telah tiba
Umurmu beralih angka
Menandakan semakin hari
Semakin kita berbeza

Selamat hari Lahir you...
Semoga bahagia selalu
Panjang umur murah rezekimu
Nanti boleh share dengan diriku

Tiada apa yang kupinta
Hanya sedikit kasih sayangmu
Tiada dusta tiada sengketa
Hanya gelak tawa dan manja

Biar ribut mendatang
Biar dunia bergoncang
Usah diragu usah dibimbang
Aku kan tetap teguh di belakang

Dari jauh kupohon doa
Moga Dia terus memelihara
Persahabatan ini kekal bahagia
Mekar sentiasa abadi selamanya.

Terima kasih untuk pertama kalinya
Moga kau tahu aku setia
Menemanimu hingga ke akhirnya
Biarpun jarak memisahkan kita.

Selamat hari lahir Beb...

11 April 2014
Jam1410
P/S: Istimewa nukilan dari hati buat 'Dia' yang menyambut hari lahir hari ini. 

Sekian. 


Tuesday, 8 April 2014

Perlukah aku...?

Teks: Masitah Samsudin
Foto: Facebook

Puisi ini lahir kala aku sendirian....
        dalam kesedihan....
                 dalam kesepian.....

Kala mendung mamayungi diri
Aku terkenangkan dirinya
Terasa jauh...
Hakikatnya hanya sejengkal cuma.

Ingin aku menyentuh...
Namun tangan tak sampai
Ingin aku membelai...
Namun tak mungkin kan terbelai.

Untuk apa perasaan ini
Andai dia tak mahu
Untuk apa kerinduan ini
Andai dia tak peduli.

Perlukah aku resah
Perlukah aku menunggu
Perlukah aku mengharap
Perlukah aku terus mengekori.

Mengharap kasih dia
Akan hadir untukku
Mengharap rindu dia 
Akan bertaut dengan rinduku.

Aku pasrah
Namun...
Aku tetap berharap
Rasa ini...sakit ini...
Kan terubat...saat kau dan aku bersatu.
Entah bila....
8 April 2014
Jam1657

Sekian.